NAMA : BINTANG DWI.A
KELAS : X-RPL
1. Penulisan Kode javascript dengan Embed
Pada cara ini, kita menggunakan tag <script> untuk menempelkan (embed) kode Javascript pada HTML. Tag ini dapat ditulis di dalam tag <head> dan <body>.
Contoh:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar Javascript dari Nol</title>
<script>
// ini adalah penulisan kode javascript
// di dalam tag <head>
console.log("Hello JS dari Head");
</script>
</head>
<body>
<script>
// ini adalah penulisan kode javascript
// di dalam tag <body>
console.log("Hello JS dari body");
</ <p>Tutorial Javascript untuk Pemula</p> script>
</body>
</html>
Mana yang lebih bagus, ditulis di dalam <head> atau <body>?
Banyak yang merekomendasikan menuliskannya di dalam <body>, karena akan membuat web di-load lebih cepat.
2. Penulisan Kode javascript Inline
Pada cara ini, kita akan menulis kode javascript di dalam atribut HTML. Cara ini biasanya digunakan untuk memanggil suatu fungsi pada event tertentu.
Misal: saat link diklik.
Contoh:
<a href="#" onclick="alert('Yey!')">Klik aku!</a>atau bisa juga seperti ini:
<a href="javascript:alert('Yey!')">Klik aku!</a>
Perhatikan…
Pada atribut onclick dan href kita menuliskan fungsi javascript di sana.
Atribut onclick merupakan atribut HTML untuk menyatakan fungsi yang akan dieksekusi saat elemen itu diklik.
Pada contoh di atas, kita menjalankan fungsi alert(). Fungsi ini merupakan fungsi untuk menampilkan dialog.
Lalu pada atribut href, kita juga memanggil fungsi alert() dengan didahului javascript:.
Atribut href sebenarnya digunakan untuk mengisi alamat link atau URL.
Karena kita ingin memanggil kode javascript di sana, maka alamat link tersebut kita ubah menjadi javascript: lalu diikuti dengan fungsi yang akan dipanggil.
3. Penulisan Kode javascript Eksternal
Pada cara ini, kita akan menulis kode javascript secara terpisah dengan file HTML.
Cara ini biasanya digunakan pada proyek-proyek besar, karena diyakini—dengan cara ini—dapat lebih mudah mengelola kode project.
Mari kita lihat contohnya…
Kita buat dua file, yaitu: file HTML dan Javascript.
📂 belajar-js/
├── 📜 kode-program.js
└── 📜 index.htmlIsi dari file kode-program.js:
alert("Hello, ini adalah program JS eksternal!");Isi dari file index.html:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar Javascript dari Nol</title>
</head>
<body>
<p>Tutorial Javascript untuk Pemula</p>
<!-- Menyisipkan kode js eksternal -->
<script src="kode-program.js"></script>
</body>
</html>1. Menulis Javascript pada Tag <script>
Penulisan kode Javascript menggunakan tag <script> adalah cara umum yang digunakan.
Tag <script> dapat kita buat di dalam tag <head> maupun <body>.
Contoh:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Penulisan Javascript</title>
<script>
console.log("Hi, ini kode Javascript");
</script>
</head>
<body>
<script>
document.write("Javascript itu keren!");
</script>
</body>
</html>Hasilnya:
Mana sih yang lebih baik?
ditulis di dalam <head> atau di <body>?
Kedua cara ini memang sah-sah saja dilakukan, namun ada juga pendapat yang mengatakan:
Placing scripts at the bottom of the
<body>element improves the display speed, because script interpretation slows down the display. 1
Penulisan di akhir <body> akan meningkatkan kecepatan display atau tampilnya konten di web.
Karena, jika kita tulis di dalam <head>, script tersebut akan dieksekusi terlebih dahulu sebelum konten ditampilkan.
Jadi, disarankan menulis kode Javascript di dalam <body>, tepatnya sebelum tutup </body>.
2. Menulis Javascript pada File Eksternal
Cara kedua, kita bisa menulis Javascript di File yang terpisah dengan HTML.
Biasanya digunakan jika kita tidak ingin kode Javascript bercampur dengan kode HTML.
Bagaimana caranya?
Caranya, buatlah sebuah file yang berekstensi .js. File ini kita isi dengan kode Javascript.
Sebagai contoh, saya akan membuat file eksternal dengan nama kode-script.js dan file-external.html sebagai kode HTML-nya.
Berikut ini isi file kode-script.js :
document.write("Kode Javascript dari File Eksternal");Lalu isi file-external.html adalah sebagai berikut:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Penulisan Javascript</title>
</head>
<body>
<script src="kode-script.js"></script>
</body>
</html>Hasilnya:
Coba kamu perhatikan!
Pada kode HTML file-external.html, kita tetap menggunakan tag <script>. Akan tetapi, tag ini tidak kita isi dengan kode Javascript. Melainkan kita menggunakan atribut src untuk menggunakan kode Javascript yang ada di file kode-script.js.
O ya, perlu diperhatikan juga:
Tag <script> tetap harus ditutup dengan </script> walaupun tidak punya isi.
Salah: ❌
<script src="kode-script.js">Benar: ✅
<script src="kode-script.js"></script>Lalu gimana jika kode Javascript-nya berada di folder yang berbeda dengan dokumen HTML-nya?
3. Penulisan Kode javascript Eksternal
Pada cara ini, kita akan menulis kode javascript secara terpisah dengan file HTML.
Cara ini biasanya digunakan pada proyek-proyek besar, karena diyakini—dengan cara ini—dapat lebih mudah mengelola kode project.
Mari kita lihat contohnya…
Kita buat dua file, yaitu: file HTML dan Javascript.
📂 belajar-js/
├── 📜 kode-program.js
└── 📜 index.htmlsi dari file kode-program.js:
alert("Hello, ini adalah program JS eksternal!");Isi dari file index.html:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar Javascript dari Nol</title>
</head>
<body>
<p>Tutorial Javascript untuk Pemula</p>
<!-- Menyisipkan kode js eksternal -->
<script src="kode-program.js"></script>
</body>
</html>Hasilnya:
Pada contoh di atas, kita menulis kode javascript terpisah dengan kode HTML.
Lalu, pada kode HTML…
Kita menyisipkannya dengan memberikan atribut src pada tag <script>.
<!-- Menyisipkan kode js eksternal -->
<script src="kode-program.js"></script>Maka, apapun yang ada di dalam file kode-program.js akan dapat dibaca dari file index.html.
Bagaimana kalau file javascriptnya berada di folder yang berbeda?
Kita bisa menuliskan alamat lengkap foldernya.
Contoh:
Misal kita punya struktur folder seperti ini:
📂 belajar-js/
├── 📂 js/
| └── 📜 kode-program.js
└── 📜 index.htmlMaka untuk menyisipkan file kode-program.js ke dalam HTML, kita bisa menuliskannya seperti ini:
<script src="js/kode-program.js"></script>Karena file kode-program.js berada di dalam direktori js.
Kita juga bisa menyisipkan javascript yang ada di internet dengan memberikan alamat URL lengkapnya.
Contoh:
<script src="https://www.petanikode.com/js/kode.js"></script>JavaScript Dasar
JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman web interaktif. Bahasa ini adalah bahasa pemrograman berbasis skrip yang dapat digunakan untuk menambahkan fungsionalitas ke halaman web.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar